Archive for September, 2008
Dua hari yang lalu pas chat ama Danoe, tiba-tiba dapet wangsit. Begini bunyi wangsitnya : “Hai kau yang sedang di depan laptop, buatlah acara berbuka puasa bersama dengan golonganmu, sehingga tidak terputus silaturahmi di antara kalian”.
Akhirnya ya gini deh, jadi ada acara dadakan … ayo ayo buka puasa bersama, bareng para pengguna linux di brawijaya.
Waktu: [...]
Segala “perangkat” baik itu otak,akal, rasa, fisik dan lain sebagainya yang melekat pada diri kita tentu diberikan bukan tanpa maksud dan tanpa tujuan tentu dengan segala konsekuensinya. Apabila kita bisa mengetahui, memahami dan mengerti maksud,tujuan…
Jadi ingat omongan seorang teman :” Orang berani itu kalah sama orang nekat”" Orang nekat itu kalah sama orang yang beruntung”"PALING ENAK ITU MENJADI MANUSIA YANG BERUNTUNG”, kalimat tersebut menggambarkan nuansa suatu kondisi kita terlepas/lolos dari…
Berhidup tak lepas dari berharap pengampunan, jika esok mentari tetap bersinar itu berarti masih ada waktu untuk bersimpuh. Putih dan hitam hanyalah pantulan cahaya diri, yang tak pernah terhentikan tuk warnai sebuah perjalanan.
Berhenti sejenak pada tepi titian, untuk kembali bersimpuh di kedua kaki orang tua. Berharap ampunan atas bakti yang tak pernah sempurna, dan restu [...]
selamat pagi yang cerah pagi ini berhubung hari libur bisa menikmati matahari yang sedang mulai bersinar. di hari kerja sejak matahari belum terbit, biasa aku sudah pura2 sibuk siap2 ke kantor. rasanya memang sudah lamaaaaa sekali gak memperhatikan pemandangan di luar. padahal kan mumpung lagi tinggal di apartemen yang nyamuk free dan punya sudut [...]
silahkan baca artikelku sebelumnya tentang upaya pencarian ponsel yang kudambakan. intinya saat itu satu2nya ponsel yang sesuai harapan spec hanya N96, tapi sangat tidak sesuai harganya!!! jadi aku menulis artikel itu di bulan Maret 2008, yang artinya sudah 6 bulan penantianku. mestinya sudah berakhir karena kira2 minggu lalu N96 resmi launching di Indonesia. harganya 8jt, [...]
Udah 3 minggu yang lalu beli bandeng, dan mereka masih ngendon aja di freezer dalam bungkusan tupperwareku tersayang (hehehe kalo jualan mah boleh promo barang dagangannya ya…). Dan diputuskan untuk mengkaryakan si panci presto yang udah lama ngendon di kerdusnya, soalnya ga pernah dipake, hihihihi kalo kata suamiku, terusin aja beli panci lagi, mau ditaro dimana? Emang susah kalo hobby beli prabot dapur tu, butuh storage pastinya, yang aku ndak punya hiks… back to bandeng tadi… Dari semua resep bandeng presto yang aku dapatkan baik dari buku maupun dari hasil googling, akhirnya menggunakan resepnya Mbak Liesma Ibrahim. Meskipun aku ga tau, panciku ini tergolong yang kategori apa, aku jadi bingung, mau masak brapa menit ya? Kalo Mbak Liesma pake Oxone punya, beliau masaknya 50 menit. Katanya kalo yang diatasnya oxone masaknya 30 menit aja cukup. Jadi… kuputuskan, hehehe, masaknya 40 menitan ajah, hihihihihi… Kalo panci maxim kayak punyaku itu kategorinya apa ya? Entahlah, tap…
Ada rutinitas yang secara alamiah saya lakukan di bulan Ramadhan ini. Menonton (entah apa namanya) Para Pencari Tuhan jilid 2. Seperti acara besutan Dedi Mizwar lainnya, acara ini sangat menarik untuk diikuti. Ringan, namun sarat makna. Sebuah dakwah yang disampaikan dengan cara yang membumi. Dan diluar itu, Bang Dedi sering menyampaikan nilai-nilai yang sedikit paradox [...]
Berapakah harga sebuah janji dan komitmen dimata anda?
Bagi saya, AMAT SANGAT BESAR!. Sebagai orang yang tidak memiliki apa-apa secara materi baik dalam bentuk harta benda, keunggulan fisik, dukungan “jaringan” atau network sebagaimana yang dimiliki oleh sebagian orang yang beruntung, ditambah dengan posisi sebagai perantau yang tidak bisa menggantungkan diri pada keluarga, saya selalu mengupayakan untuk [...]




